Pemain "Game Online" Indonesia Mulai Meninggalkan Warnet

Surabaya - Sejumlah pemain "game online" di Indonesia mulai meninggalkan kebiasaannya berlama-lama di warung internet karena mereka lebih meminati bermain "game" di rumah masing-masing untuk menghemat dananya.


"Apalagi, di Indonesia mayoritas tarif akses internet dan sewa perangkat komputernya sangat mahal," kata Direktur PT Asiasoft (publisher game Indonesia), Suyudi Koeswanto, ditemui dalam pengenalan @ cafe, di Surabaya, Jumat.

Padahal, ungkap dia, di negara tetangga seperti Thailand tarif akses internet dan sewa perangkat bukan menjadi masalah peminat "game online" untuk menyalurkan hobinya bermain.

"Hal tersebut karena di Thailand bisa memberlakukan tarif internet yang terjangkau bagi penggemar 'game online' sehingga di sana mereka betah berjam-jam di warnet untuk nge-game," ujarnya.

Di sisi lain, ia mengurai, persaingan bisnis antara "publisher game" satu dan lainnya di Indonesia maupun Asia Tenggara semakin ketat. Mereka berlomba-lomba menawarkan beragam produknya kepada pasar.

"Walau peminat 'game online' di warnet minim, kami masih memiliki pasar lain yakni mereka yang bermain di rumah," katanya.

Kondisi tersebut, tambah dia, memberikan dampak tersendiri terhadap perkembangan industri "game online" di Indonesia yang sangat pesat saat ini.

"Kini, jumlah 'publisher game' di penjuru Nusantara meningkat dua kali lipat menjadi 30an sedangkan tahun lalu hanya 15 'publisher game'," katanya.

Mengenai pasar "game online" nasional, lanjut dia, pada tahun ini semakin menyebar sampai ke pelosok Tanah Air meskipun embrio bisnis "game online" tersebut berasal dari sejumlah kota besar di Indonesia.

"Contoh, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya," katanya.(*)

Berita Warnet Lainnya